Nostril Doni

Apakah kalian tahu rasanya punya hidung yang selalu meminta?

Badgley Mischka by Badgley Mischka

Photobucket Pictures, Images and Photos

Kalau diharuskan memberi rating pada seluruh parfum fruity yang beredar saat ini, Badgley Mischka aku letakkan di kasta tertinggi. Buah dengan cubitan amber dan caramel. Tempting, eh?

Badgley Mischka dibuka langsung dengan bunga dan buah. Cassis macam ini adalah khas keluaran Firmenich. Ia menjembatani bunga dan buah dalam kemanisan yang seimbang. Tidak ada kalimat puitis yang terlampau dalam untuk Badgley Mischka. Ia diciptakan dengan rumusan sederhana rumah aroma chemicals. Richard Herpin dari Firmenich berhasil menempatkan karyanya ini setara dengan Angel-Thierry Mugler.

Bukan couture, karena anda bisa memakainya kapan saja. Sekaligus cukup berwibawa untuk acara resmi malam hari

Bedanya, Angel lebih kasar, menusuk dan komersial. Percayalah, tetangga sebelahku pakai Angel dengan porsi liberal di terik Jakarta. Aku tidak bisa memaafkannya hanya dengan memberi kado ulang tahun anakku sebuah sepeda. Nice try sweetie, but no, never!

Badgley Mischka adalah soal kesederhanaan. Peach dengan sentuhan amber yang sempurna. Berry dan caramel yang menggiurkan. Juga, cendana dan nilam yang cantik sebagai drydown. Bukan couture, karena anda bisa memakainya kapan saja. Sekaligus cukup berwibawa untuk acara resmi malam hari. Kekurangannya cuma satu: susah sekali menuliskan merknya tanpa typo. 8.5/10.

Badgley Mischka in adj: Level 1: Cassis basis. Level 2: peach berry caramello. Level 3: soft amber.
Centaur Cologne 1962. Is that Sadam Hussein?

Centaur Cologne 1962. Is that Sadam Hussein?

No satisfactory classification of odours can be given

—Encyclopedia Britannica, 1911

Chapeu Bleu by Marina Picasso

Photobucket Pictures, Images and Photos

Memasarkan parfum bunga-buah-rempah-moss dalam kemasan patung lukisan tangan adalah cara Marina menghargai sang Kakek, selain menjual berbagai karya replika Pablo Picasso seharga ribuan dolar, tentunya.

Setelah kematian pelukis Pablo Picasso tahun 1973, Marina Picasso memegang lisensi banyak karya lithograph kakeknya. Salah satunya: Buste de Femme au Chapeau Bleu; payudara wanita bertopi biru. Marina bekerjasama dengan Laurent Marcel Salinas, seorang Chromist, kawan dekat Pablo Picasso semasa hidupnya, mereproduksi karya ini sebanyak 500 buah sepanjang 1979 hingga 1982. Ia menjualnya di pasaran antara 3000 hingga 7000 dolar Amerika. Untuk memastikan keasliannya, setiap lembar replika ditandatangani dan diberi nomor dengan pensil oleh Marina Picasso. Terdapat emboss Picasso Estate Collection dan segel dari sang master Chromist. Juga dengan satu kalimat penguat : “Approved by the heirs of Pablo Picasso.

Tidak tahu pasti apa niat Marina dibalik pembuatan parfum ini. Juga, kenapa ia menghilangkan unsur “payudara” dari judulnya

Lukisan ini kemudian diwujudkan dalam bentuk wewangian komersil pada tahun 1994. Diberi judul Chapeu Bleu. Diproduksi di Jerman lewat DC Design Cosmetic GmbH München dalam kemasan 30ml. Tidak tahu pasti apa niat Marina dibalik pembuatan parfum ini. Juga, kenapa ia menghilangkan unsur “payudara” dari judulnya.

Chapeu Bleu tidak diperjualbelikan terbatas. Ia bahkan bisa ditemui di banyak toko hingga hari ini. Harga Chapeu Bleu juga membuktikan demikian. Tapi, ia dipasarkan dengan setengah hati. Dalam materi pemasaran Chapeu Bleu, Marina memasang foto sang Kakek dengan kalimat mengenai transformasi dan kenikmatan menjadi seorang wanita. Aku tidak sedang bercanda.

Photobucket Pictures, Images and Photos

Selera Marina yang unik (untuk tidak menyebutnya aneh) dilanjutkan dengan parfumnya itu sendiri. Secara fisik, tidak ada, atau aku tidak tahu, parfum macam ini sebelumnya. Botolnya terdiri dari dua segmen. Bagian bawah, gelas berwarna indigo pekat. Atasnya, akrilik berbentuk lukisan Picasso yang dilukis tangan. Sekali lagi, dilukis tangan!

Ia adalah fruity perfume sekaligus floral, spicy, dan chypre

Belum selesai. Susah mendeskripsikan komposisi Chapeu Bleu seperti konstruksi parfum biasanya. Yang hidungku tangkap, minimal ada empat jejak di sana: bunga, buah, rempah dan moss. Bunga, kemungkinan besar campuran aldehid dan artemisia dengan sedikit sekali penggunaan gardenia. Tidak ada unsur bunga-bungaan eksotis seperti melati, mimosa atau mawar di sana. Ia kemudian berubah menjadi buah dengan cepat. Hampir tanpa transisi. Sampai saat ini hanya peach yang dapat dijejaki. Padahal, aku yakin, banyak unsur buah manis di dalamnya. Hingga 5 jam kedepan ia tidak bertransformasi. Lalu, mendadak, unsur rempah itu keluar. Ada cengkeh dan pepper. Hangat, sedikit menusuk tapi masih seimbang. Memasuki drydown, sekitar 9 jam pemakaian, Chapeu Bleu menjadi chypre. Total oakmoss dan woody scent seperti tidak pernah ada buah sebelumnya. Bicara soal pemberontakan nota parfum seperti yang diusahakan Hermes lewat Marseille, Chanel dengan Allure-nya, atau Eccentric Molecule dengan seri Molecule-nya; Chapeu Bleu membuktikan kalau hal itu bisa dan ada tanpa propaganda. Ia adalah fruity perfume sekaligus floral, spicy, dan chypre. Bravo Chapeu Bleu! 9/10.

Chapeu Bleu in adj Level 1: freeze flower. Level 2: tutti fruity. Level 3: sweet spicy. Level 4: earthy moss.

Legal Gourmand: A Nom Nom Nom Perfume Discussion

Photobucket Pictures, Images and Photos

Terimakasih untuk Fashionese Daily yang membesarkan Nostril Doni sebelum situs ini lahir. Ketertarikanku pada wewangian dari kecil mebawaku ke sebuah forum. Waktu itu masih Fashionese Daily, sekarang Female Daily~yea, I know, right? Anggotanya, kebanyakan, perempuan. Atau beberapa laki-laki yang merasa nyaman dengan perempuan. Atau laki-laki-perempuan. Sebuah ruang diskusi dibuka di forum itu. Soal parfum. Ini dia, pikirku. Resensi-resensi awal di situs ini diambil dari forum tersebut. Lalu aku mengembangkannya di Facebook. Yang belakangan aku sadar, ini keputusan tolol. Akhirnya, atas saran beberapa pembaca, terbitlah Nostril Doni.

Selang beberapa bulan kami berdiskusi di forum, ide mengenai Sniff Gathering tercetus. Ya, acara berkumpulnya perfume enthusiasts pertama terjadi. Tempatnya di M Lounge. Lounge khusus pelanggan Metro, M, PacificPlace. Acara perdana kami didukung oleh Aura Cantik. Dukungan ini tidak pernah berhenti, sampai sekarang. Undangannya macam ini:

Date & Time: Saturday, 28 February 2009 @10.30 am Place: M Lounge, M Pacific Place. Theme: “Premiere” (Atendee brings the first perfume that he/she fell in love with , give the what and why) Dresscode: Naked (no lotion, no frags, short sleeve) Atendee: max 12 persons
Kami sengaja merancang gathering dengan peserta terbatas, agar diskusi lebih fokus dan santai. Pembatasan peserta ini juga karena keterbatasan indera pembau kita dalam mengenali rangsangan. Untuk orang awam, 4 macam wewangian saja sudah cukup menganggu. Bagi penggila parfum, 12 wewangian biasanya baru mencapai fatigue. Lalu, acara serupa kedua:
Date & Time: Saturday, June, 13. 2009 @ 01.00 pm Place: M Lounge, M Pacific Place. Theme: “Nose Education-Oud” (Atendee to bring perfumes with oud or that you suspect have oud in the notes. Oud/Aoud/Audh/Agarwood/Gaharu) Dresscode: Naked (no lotion, no frags, short sleeve) Atendee: max 15 persons Doorprize: Al Rehab-Saat Safa. The Kingdom of Saudi Arabia perfume. Subtle oud veiled in damask rose and grape.
Kami meningkatkan intensitas acara ini dengan menyertakan doorprize, dukungan beberapa pengusaha minyak esensial dan LSM Kemanusiaan yang bergerak di bidang penanggulangan masalah HIV/AIDS di Papua. Kami mulai melihat sisi etika industri wewangian disamping sisi estetika yang jadi bahan pembicaraan rutin. Ketiga:
Date & Time: Saturday, December, 12. 2009 @ 11.00 am Place: M Lounge, M Pacific Place. Theme: “The ’80s” (Start breaking into your mom’s perfume cabinet and bring a bottle of perfume from the era!) Dresscode: Naked (no lotion, no frags, short sleeve) Atendee: max 15 persons Doorprize: Red Door by Elizabeth Arden.

Jaraknya cukup jauh dengan acara sebelumnya. Dan, betul saja. Butuh jeda dua tahun hingga acara keempat, Legal Gourmand terwujud. Tampaknya, kami harus menjadwalkan acara serupa dengan lebih serius. Ada pelajaran berharga di sana. Ada pertemanan. Ada ikatan emosional. Setidaknya kami tergerak oleh hal yang sama: wewangian.

Photobucket Pictures, Images and Photos

Legal Gourmand tidak serta merta lahir sepihak. Sebelumnya, sebuah polling mengenai tema apa yang akan dibahas kami lempar ke forum dan twitter: Fresh Breeze, Nose Education, Legal Gourmand, Zest & Fast, dan Industrial Trial. Lima suara memenangkan Legal Gourmand. Dari sini, kami menyusun detail diskusi, macam parfum yang tergolong Gourmand, doorprize, dan yang menarik: Menu Makanan sesuai notes parfum Gourmand oleh Chef The Edge, Kemang Icon!

Acara ini dihadiri 12 penggila wewangian. Aku pernah berada di banyak kelas. Mengajar jurnalistik, menulis atau mendongeng di kelas TK. Berbicara di depan kaum fanatis jauh berbeda dengan mereka yang mendengarkan bahan perkuliahan atau dongeng. Sumpah! Perfume enthusiasts punya pengetahuan mendalam soal obsesinya. Mereka cenderung menggali apa yang mereka suka. Mereka ingin tahu betul semua karakteristik hobinya. Ya, diskusi berjalan dengan banyak masukkan.

Photobucket Pictures, Images and Photos

Kami mulai dengan melihat kenapa dan kapan genre Gourmand lahir. Apa yang jadi landmark Gourmand di industri dan pasar. Lalu berpindah ke klasifikasi. Ini kisah klasik. Dalam ilmu pasti, kalau ingin diperhatikan, buatlah ia jadi empiris. Klasifikasi dibutuhkan untuk melogikakan hal-hal yang terserak. Begitu juga aroma. Yang paling mutakhir, klasifikasi aroma Michael Edwards. Kami meminjam Fragrance Wheel Michael Edwards untuk menempatkan di mana letak Gourmand pada klasifikasinya. Setelah memahami dasar nota Gourmand dengan merujuk klasifikasi, kami mulai membahas beberapa parfum landmark golongan Gourmand.

Kelemahan Gourmand adalah soal persepsi. Gourmand selama ini terdoktrin persepsi eropa atas makanan. Asia, yang juga punya pandangan sendiri harusnya jangan mengalah. Ketimbang menggolongkan parfum rempah pada spicy, aku lebih setuju kalau ia disebut Gourmand secara asia. Jahe, sereh, cabai, saffron, dan jeruk purut; boleh dong kalau disebut Gourmand. Sebaliknya, orang asia cenderung kurang paham kenapa cherry, berry, dan peach yang wanginya ‘nendang’ itu digolongkan Gourmand.

Photobucket Pictures, Images and Photos Photobucket Pictures, Images and Photos

Ya Gourmand adalah jenis parfum yang berbahan atau menimbulkan efek makanan. “Menimbulkan” karena banyak jenis makanan yang pada dasarnya tidak bisa diekstrak sebagai wewangian. Untungnya, sejak akhir abad 19, industri aroma chemicals berkembang pesat. Mereka berlomba-lomba menciptakan pengganti bahan-bahan yang dilarang IFRA (baca: musuh bersama). Juga, berusaha membuat molekul-molekul baru yang tak terbayangkan sebelumnya. Termasuk, hal-hal yang berbau makanan tadi. Kami membuka rahasia Gourmand lewat aneka molekul sintetis.

Karena judulnya Sniff Gathering, tentu saja kami mencoba banyak parfum. Total ada 26 parfum yang tersaji di meja. Dari Pleasure sampai Hesperides. Bergamote sampai Delices. Bahkan, Cuir de Lancome yang sangat beracun. Menerjemahkannya dalam makanan sesungguhnya: vanilla milk, lemongrass tea sampai olahan basil. That was a nom nom nom perfume discussion.

Enam doorprizes: Gingerbread Whorehouse dan Neptune dari Posset, Je Reviens dari Worth, Marry Me dari Lanvin, Eau de Cartier Essence d`Orange dan sebuah voucher makan dari The Edge dibagikan. Akhirnya, ditutup dengan satu ide untuk Sniff Gathering berikutnya: Sexual Scents.

Photobucket Pictures, Images and Photos photos: trialogy